Btn_red_122x44 Klik LIKE-SUKA

Sabtu, 25 Juli 2015

Pramugari pertama di dunia Ellen Church (1904 – 1965) adalah seorang PERAWAT

Sejak Wright Bersaudara menorehkan sejarah “12 detik yang mengubah dunia” pada 17 Desember 1903 dengan menerbangkan pesawat terbang bermesin pertama, dunia penerbangan mulai menggeliat. Awalnya, sampai dengan akhir Perang Dunia I, pesawat tempurlah yang mulai berkembang. Setelah itu, pada dekade 1920-an, pesawat terbang sipil mulai berkembang, di antaranya dipelopori oleh William Boeing yang mendirikan industri pesawat terbang Boeing di Seattle, Amerika Serikat pada 1916, dan Anthony Fokker –orang Belanda kelahiran Madiun, Indonesia– yang mendirikan industri pesawat terbang Fokker di Belanda pada tahun 1919. Akan tetapi, sepanjang dasawarsa 1920-an tersebut penerbangan komersil berkembang dengan lambat meskipun perlahan-lahan mulai populer sebagai sarana transportasi. Salah satu alasan mengapa transportasi udara kurang populer, adalah kenyataan bahwa orang merasa transportasi udara masih merupakan moda transportasi yang berbahaya . Untuk dapat mengalihkan penumpang kereta api menjadi penumpang pesawat terbang, tentunya maskapai penerbangan harus dapat meyakinkan bahwa transportasi udara adalah moda transportasi yang aman. Salah seorang yang berjasa mengubah citra transportasi udara adalah Ellen Church. Dilahirkan di Cresco, Iowa, Amerika Serikat pada 22 September 1904, Ellen Church adalah seorang perawat (registered nurse) yang karena ketertarikannya yang tinggi terhadap dunia penerbangan, juga menjadi seorang penerbang (pilot). Sebenarnya, ketika Church melamar bekerja di Boeing Air Transport (BAT) –yang kemudian menjadi United Airlines– awalnya dia melamar sebagai pilot. Akan tetapi, alih-alih mengontrak Church sebagai pilot, Steve Stimpson, seorang pejabat BAT, justru melihat hal yang lebih menjanjikan dari ide Ellen Church yang lain, yaitu menempatkan perawat sebagai pramugari (stewardess/flight attendant) di dalam pesawat terbang, yang bertugas untuk menenangkan penumpang yang takut terbang. Meramalkan publisitas yang hebat yang akan terjadi dengan menempatkan perawat sebagai pramugari, Stimpson menjual ide tersebut kepada atasannya. Pada tahun 1930, Boeing Air Transport memulai sesuatu yang pada waktu itu dianggap sebagai percobaan yang berani dengan mengontrak delapan orang perawat –dikenal dengan istilah The Original Eight– sebagai pramugari dengan masa percobaan terbang selama tiga bulan. Ellen Church menjadi kepala pramugari. Pada tanggal 15 Mei 1930, Ellen Church menjadi pramugari pertama di dunia yang menerbangi rute Oakland ke Chicago. Adanya pramugari merupakan sukses yang tak terbantahkan bagi BAT. Dalam waktu tiga tahun, berbagai maskapai penerbangan mengikuti jejak BAT dengan menempatkan pramugari pada pesawat terbangnya. Persyaratan menjadi pramugari pada tahun 1930-an sangat ketat. Selain harus seorang perawat, pramugari juga haruslah wanita yang masih lajang, usia lebih muda dari 25 tahun, berat kurang dari 115 pon (sekitar 52 kg) dan tinggi kurang dari 5 kaki 4 inci (sekitar 162, 56 cm). Pramugari pada masa itu jauh dari kesan glamor. Selain bertugas melayani penumpang, pramugari sering kali harus mengangkat koper-koper penumpang ke dalam pesawat, mengencangkan baut-baut kursi yang kendur, mengisi bahan bakar pesawat, bahkan membantu mendorong pesawat masuk ke hanggar ! Untuk pelayanan tersebut, pramugari digaji 125 dolar AS per bulan. Meski Ellen Church berjasa membuka jalan bagi wanita untuk bergelut di dunia penerbangan, dia menjadi pramugari selama delapan belas bulan. Sesudah kecelakaan mobil yang mengakhiri kariernya sebagai pramugari, Church meraih gelar bachelor degree dari University of Minnesota dan meneruskan kariernya sebagai perawat. Pada tahun 1942, selama Perang Dunia ke II, Ellen Church kembali ke angkasa sebagai flight nurse pada Army Nurse Corps dan dianugerahi Air Medal atas kepatriotannya selama perang. Setelah PD II usia, Church pindah ke Terre Haute, Indiana, menjadi Direktur di Union Hospital dan menikah dengan Leonard Briggs Marshall, Direktur Utama Terre Haute First National Bank pada 1964. Ellen Church meninggal pada 22 Agustus 1965 karena kecelakaan jatuh dari kuda. Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, bandar udara di kota kelahirannya Cresco, Iowa, diberi nama Ellen Church Field. Pikiran Rakyat, 23 Juli 2009

Selasa, 12 November 2013

Jumat, 07 Juni 2013

Prediksi Umur Anda Dari Detak Jantung

Studi terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Heart, menunjukkan bahwa detak jantung saat istirahat dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas (kematian) pada individu yang sakit ataupun pada individu yang sehat dengan kondisi fisik yang baik.Para peneliti asal Belanda, melakukan pemeriksaan pada 5.249 pria usia baya dan usia tua pada awal tahun 1970. Pada tahun 1985 dan 1986, mereka mengevaluasi kembali subjek-subjek tersebut dimana masih terdapat 3.354 subjek yang hidup. Sebanyak 2.798 subjek dilakukan analisis data lengkap mengenai konsumsi oksigen dan detak jantung masing-masing subjek. Lalu para peneliti ini mengikutinya kembali pada tahun 2011.
Setelah mengontrol keaktifan fisik dan faktor-faktor kesehatan dan perilaku lain, mereka menemukan bahwa detak jantung saat istirahat (resting heart rate) yang tinggi ternyata dihubungkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Bila dibandingkan antara pria dengan detak jantung 50 kali permenit atau kurang dengan pria yang detak jantungnya berkisar antara 71 hingga 80 kali per menit maka pria deengan detak jantung lebih cepat memiliki risiko kematian lebih tinggi sebanyak 51%. Di angka 81 hingga 90 kali permenit, angka kematian meningkat lebih tinggi dua kali lipat, dan di angka 90 risiko kematian meningkat hingga tiga kali lipat.
“Bila kita membandingkan dua individu dengan aktivitas fisik, usia, tekanan darah dan sebagaianya yang serupa, individu dengan detak jantung lebih tinggi diperkirakan memiliki usia yang kebih pendek” kata Dr. Magnus Thorsten Jensen, seorang peneliti dari Copenhagen University Hospital Gentofte.

Selasa, 01 Januari 2013

KISAH SUKSES INDONESIAN NURSES DARI LIMA BENUA

Enjoy Nursing
INDONESIANNURSINGTRAINERS.com
Sebulan lamanya Proyek Menulis Bersama Perawat Indonesia digelar. Puluhan artikel pun bermunculan menghiasi dunia maya.
Ada yang tadinya ragu-ragu, malu-malu, merasa ngga bisa dan beribu alasan hingga tak mau menulis.
Tapi dengan sebuah tema menulis ENJOY NURSING!, semua keragu-raguan, malu, perasaan ngga bisa nulis, dan berbagai macam alasan untuk ngga mau nulis pun sirna!
Hari berganti hari, artikel pun bermunculan. Mengalir laksana air terjun niagara.
IN THE BEGINNING OF THE YEAR 2013, THE SPECTACULAR E-BOOK IS BORN!
ENJOY NURSING! Kisah Sukses INDONESIAN NURSES dari 5 Benua.
Jika anda ingin “tertular virus” ENJOY NURSING!, Segera download Ebook nya di kedua link berikut:
 


Jumlah Pengunjung :