Minggu, 10 Mei 2009

KDM: PROSEDUR KHUSUS (PRE, INTRA DAN POST OPERATIF)

Oleh Kelompok II STIKES Nusantara Lasinrang (Harmawati-P0208049, Sudirman-P0208053, Hardias-P0208050, Wahyuddin-P0208054, Abraham yusuf-P0208051, Muh said-P0208055, Juhaerah-P0208056, Ansar-P0208057, Nurlina-P0208058)

Asuhan keperawatan perioperatif meliputi asuhan keperawatan yang diberikan sebelum (preoperatif), selama (intraoperatif) dan setelah pembedahan (pascaoiperatif). Perawatan tersebut dapat dilakukan dirumah sakit, pusat bedah mandiri, pusat bedah yang bekerja sama dengan rumah sakit atau diruang praktek dokter. Keperawatan periopratif merupakan bidang kerja yang berkembang pesat, senantiasa berubah dan penuh tantangan. Hal ini berdasarkan pada beberapa karakteristik penting dari keperawatan perioperatif antara lain kerja sama tim yang berkualitas tinggi; komunikasi yang efektif dan efisien pada semua fase; advokasi untuk klien dan pemahaman tentang biaya rawat inap. Perawat harus melakukan tindakan aseptik bedah yang baik membuat dokumentasi yang lengkap dan menyeluruh dan mengutamakan keselamatan klien pada seluruh fase.
Saat menghadapi perbedaan, klien akan mengalami berbagai stressor. Pembedahan yang ditunggu pelaksanaannya akan menyebabkan rasa takut dan anastesi pada klien yang menghubungkan pembedahan dengan rasa nyeri, kemungkinan cacat bergantung pada orang lain dan mungkin kematian. Klien mungkin merasa khwatir akan kehilanagn pendapat atau penggantian asuransi akibat perawatan di rumah sakit. Anggota keluarga sering merasa takut gaya hidupnya terganggu dan merasa tak berdaya menhadapi waktu pembedahan yang semakain dekat kemampuan yang meningkatkan hubungan efektif dengan klien dan mendengarkan keluhan mereka secara aktif sehinnga seluruh kekhawatiran mereka dapat diatasi merupakan hal yang penting untuk mencapai hasil akhir pembedahan klien akan lebih mampu bekerja sama dan berpartisipasi dalam perawatan jika perawat memberi informasi tentang peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah pembedahan.



Penyusunan preoperatif ini akan membantu mengurangi rasa takut akibat ketidak tahuan klien dan keluarga dan akan mengurangi panggunaan analgetik pascaoperatif dan klien dapat memahami aturan pascaoperatif.Penyusunan preoperatif ini akan membantu mengurangi rasa takut akibat ketidak tahuan klien dan keluarga dan akan mengurangi panggunaan analgetik pascaoperatif dan klien dapat memahami aturan pascaoperatif. Selengkapnya Klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda tentang blog ini, terima kasih

Jumlah Pengunjung :