Sabtu, 18 Desember 2010

DEMO PERAWAT INDONESIA (Revisi)


Written by Ns. Erwin, S.Kep
Bertepatan dengan sidang paripurna MPR-DPR akhir tahun 2010 pada tanggal 14 Desember 2010, perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kembali turun kejalan melakukan aksi damai untuk mendesak Dewan agar tetap menjadikan RUU Keperawatan masuk dalam Prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) MPR-DPR tahun 2011 dan menagih janji anggota Dewan khususnya komisi IX untuk mengesahkan RUU Keperawatan menjadi Undang-Undang Keperawatan.

Dalam aksi kali ini PPNI didukung oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kesehatan, salah satu perwakilan dari Masyarakat Peduli Kesehatan dalam orasinya megatakan bahwa keperawatan adalah orang-orang yang selalu berada di front terdepan dalam pelayanan kesehatan sehingga tanpa adanya perawat pelayanan kesehatan tidak akan berjalan, dalam orasinya juga mengatakan bahwa ketika perawat melakukan fungsinya melayani masyarakat terutama perawat yang berada di daerah terpencil juga perawat yang ada di perkotaan ketika melakukan tindakan keperawatan apakah dilindungi oleh negara, apa payung hukumnya, apakah masyarakat terjamin haknya mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas, untuk mengatur dan menjaminnya diperlukan adanya Undang-undang yang mengaturnya yaitu Undang-Undang Keperawatan tiada yang lain, tegasnya.

Aksi damai yang diikuti oleh perawat dan mahasiswa keperawatan yang berasal dari berbagai daerah baik di DKI Jakarta maupun luar DKI berjumlah sekitar 3000 orang, juga didukung oleh elemen masyarakat yang ikut bergabung. membuat suasana sedikit memanas ketika mahasiswa melakukan orasi menuntut anggota dewan untuk keluar gedung menemui masa, dan mahasiswa melakukan tindakan menaiki pagar gedung MPR-DPR dan beberapa mahasiswa masuk kedalam pagar gedung sehingga terjadi penangkapan 2 orang mahasiswa dari FIK UI oleh petugas yang sedang berjaga didalam gedung, namun kedua mahasiswa itu dilepasakan kembali melalui pintu samping gedung. Dalam orasinya mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan menampilkan dua sosok perawat yang tangannya terbelenggu dan berusaha mendapatkan perlindungan hukum kepada penguasa namun dihalang-halangi, akhirnya perawat itu mampu melepaskan belenggu ditangannya dan berhasil meraih perlindungan yang diinginkan.

Ditengah cuaca yang sepertinya sangat mendukung, sedikit mendung dengan sedikit angin berhembus membuat aksi masa dapat bertahan hingga sore hari. Selama aksi berlangsung, beberapa perwakilan perawat masuk mengikuti sidang paripurna dan kembali keluar langsung menemui ketua Umum PPNI ibu Dewi Irawati, PhD dan ketua gerakan Bapak Harif Fadillah, SKp.,SH yang sekaligus sebagai Sekretaris Jendral PPNI untuk melaporkan hasil sidang paripurna yang berkaitan dengan RUU Keperawatan, selang beberapa waktu salah satu perwakilan perawat yang hadir dalam sidang paripurna naik keatas panggung orasi (bapak Acep dari PPNI Jawa Tengah), beliau menyampaikan bahwa RUU Keperawatan berhasil masuk dalam Daftar PROGRAM LEGISLASI NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG PRIORITAS TAHUN 2011 dengan NOMOR URUT 19 (sembilan belas), dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan kekecewaan terhadap fraksi partai Demokrat yang menurut pendapat beliau fraksi tersebut tidak mendukung adanya UU Keperawatan.

Setelah masa tahu bahwa RUU Keperawatan tetap masuk dalam Daftar Prolegnas UU Prioritas tahun 2011, masa berangsur-angsur membubarkan diri dengan komando koordinator lapangan dari daerah masing-masing, Clossig Statament masa perawat mengatakan akan terus melakukan pengkawalan terhadap apa yang sudah diputuskan dalam sidang Paripurna, karena mereka (perawat) tidak ingin dikhianati dengan janji-janji belaka. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Umum PPNI Ibu Dewi Irawati, PhD yang disambut dengan teriakan semangat dari masa perawat yang hadir.(ners 2010)
Sumber:
http://www.ners-indonesia.com/

Rabu, 15 Desember 2010

Materi Debat Kelas A dan B semester V STIKES Baramuli

Materi untuk acara debat kelas A dan B STIKES Baramuli adalah:

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN OSTEOPOROSIS

Materi diketik dalam Format Power Point (ppt) dan dibuat dalam bentuk jilid makalah,
Presentasi akan dilaksanakan pada minggu ke IV Desember 2010.

Setiap kelas membentuk Tim yang terdiri dari 5 orang dan merupakan Badan Pekerja dan Perumus makalah yang akan di presentasikan



Selamat Berjuang..!

Brigade Siaga Bencana (BSB) Kab. Pinrang

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara geografis terletak pada daerah rawan bencana berupa: gempa bumi, letusan gunung berapi, gelombang tsunami, banjir dan lain-lain, disamping bencana alam tersebut juga, akibat dari hasil pembangunan Indonesia juga rawan terhadap bencana buatan manusia seperti kecelekaan lalu lintas(pesawat terbang, kapal laut, kereta api, mobil) kecelakaan di pabrik, kejadian luar biasa penyakit (KLB Penyakit).
Sesuai kejadian tersebut kita telah banyak pengalaman mengadapi berbagai bencana sekaligus mempunyai banyak pengalaman dalam penanggulangan masalah kesehatan pada bencana dan pengungsi seperti bencana tsunami Aceh, tenggelamnya Kapal Tampomas di Kepulauan Masalembo, letusan gunung Krakatau di daerah Sumatra, gempa bumi Sumatra, korban kerusuhan di Sampit, Ambon, dan Poso, terakhir kita menyaksikan begitu banyak korban yang berjatuhan akibat bencana gelombang Tsunami di Mentawai, banjir di wasior Papua dan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah .
Di Kabupaten Pinrang yang secara geografi memiliki daerah yang terletak di pinggir pantai, pegunungan dan lembah yang tersebar di 12 Kecamatan, yang tentunya juga memiliki potensi yang cukup besar terhadap kejadian bencana alam. Kita telah mengalami berbagai kejadian baik bencana alam,maupun bencana akibat konflik dalam masyarakat, diantaranya: Gempa bumi tahun 1997, putusnya jembatan gantung didaerah Lembang Mesakada, banjir tahunan yang terjadi didaerah Lasape, banjir didaerah Babana dll

Selasa, 14 Desember 2010

Tugas Kelompok Mahasiswa STIKES Baramuli Kelas Soppeng

Tugas kelompok dan akan didiskusikan pada pertemuan ke III:
  1. Askep Dermatitis Kontak Allergi dan Divertikulitis
  2. Askep Herpes Zoster dan Fistel Anorectal
  3. Askep Syndrom Steven Johnson (SSJ) dan Ileus Obstruktif
  4. Askep Herpes Simplex dan Ileus Paralitik
  5. Askep Orchitis dan Kolitis
  6. Askep Ureteritis dan Hipospadia

Presentasi dalam bentuk Power Point (ppt) atau Document (doc), dilengkapi gambar, dikirim ke e-mail ruslan_pinrang@yahoo.com paling lambat minggu ke II bulan Januari 2011

Nilai MID Semester III


Rabu, 20 Oktober 2010

Tugas Kelompok Semester III STIKES Baramuli

Kelompok:
  1. KDM Istirahat dan tidur
  2. KDM Keselamatan
  3. KDM Keamanan
  4. KDM Kehilangan dan kematian
  5. Dilema Etik
  6. Koma

Presentasi makalah minggu kedua bulan Nopember 2010


Tugas Kelompok Semester V STIKES Baramuli

Kelompok:
  1. Askep Glaukoma dan Tuli Konduktif
  2. Askep Anosmia dan Katarak
  3. Askep Astigmatisme dan Keratitis
  4. Askep Sprain dan Hipema
  5. Askep Strain dan Tendonitis
  6. Askep Multiple Fraktur dan Disosmia

Presentasi Minggu kedua Nopember

Selasa, 21 September 2010

Deteksi Penyakit Jantung Lewat Rambut

Jangan remehkan kondisi rambut. Studi University of Western Ontario, Kanada, mengungkap bahwa rambut bisa menjadi menjadi indikator adanya gangguan kesehatan jantung.

Seperti dikutip dari laman Times of India, setiap helai rambung mengandung hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini biasanya dilepas tubuh saat mengalami stres atau reaksi psikologis dan fisiologis atas perubahan situasi yang tidak dapat diterimanya.

Kadar kortisol juga terkandung dalam urin dan air liur. Namun, kortisol di dalam rambut dianggap lebih efektif untuk memetakan kondisi jantung karena sifatnya lebih terukur. Logikanya, pertumbuhan rambut relatif stabil yakini sekitar satu sentimeter setiap bulan.

Itu penting karena memungkinkan melihat tingkat stres dalam periode yang lebih lama. Memeriksa enam sentimeter rambut berarti bisa mengukur tingkat stres selama enam bulan. Sementara pemeriksaan kortisol dalam air liur atau urin cenderung hanya memperlihatkan tingkat stres sesaat.

Penelitian dilakukan dengan memeriksa sampel rambut 56 penderita serangan jantung di Meir Medical Centre di Kfar-Saba, Israel. Hasil itu dibandingkan dengan sampel rambut sejumlah orang yang tak memiliki masalah kesehatan jantung. Hasilnya, sampel rambut penderita penyakit jantung mengantung kadar kortisol sangat tinggi.

Penulis studi Stan Van Uum dan Gideon Koren mengatakan, kadar kortisol di rambut dapat menjadi prediktor kuat akan terjadinya serangan jantung. "Ini bisa menjadi penanda biologis adanya stres kronis pemicu serangan jantung. Menjadi penting karena langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum serangan terjadi."

• VIVAnews

Senin, 20 September 2010

Beras Hitam, Makanan Pencegah Kanker

Beras hitam memiliki pamor tersendiri dalam budaya makan masyarakat Cina, tetapi diabaikan di Barat. Sebuah temuan ilmuwan terbaru mengungkap, beras berwarna pekat ini bisa menjadi makanan super untuk kesehatan.

Beras hitam memiliki kandungan gula rendah serta serat sehat dan kandungan senyawa yang memerangi penyakit jantung dan kanker. Setelah para ilmuwan Universitas Louisiana menganalisa sampel dari dedak beras hitam yang ditanam di Amerika Selatan, mereka menemukan adanya kadar antioksidan antosianin yang larut dalam air ditemukan dalam beras hitam. Antosianin adalah senyawa pemberi warna gelap yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, seperti blueberry dan paprika merah.

Antosianin berfungsi menghentikan molekul berbahaya, yang dapat membantu melindungi arteri dan mencegah kerusakan DNA yang mengarah pada penyakit kanker.

Salah seorang ilmuwan Dr Zhimin Xu menyatakan, "Sesendok beras hitam mengandung lebih banyak antioksidan antosianin yang baik bagi kesehatan daripada dalam sesendok penuh blueberry dengan sedikit gula, serta lebih banyak serat dan antioksidan vitamin E."

Menurutnya, sereal beras hitam bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis untuk meningkatkan konsumsi antioksidan harian. Di Cina, beras hitam dikenal sebagai 'Forbidden Rice' selama berabad-abad, karena hanya kaum bangsawan yang diperbolehkan untuk mengonsumsinya. Saat ini, beras hitam dipakai sebagai hiasan makanan, mie, sushi dan makanan penutup.

"Setelah mengetahui khasiat luar biasa yang terkandung pada beras hitam, tepung beras hitam pun dapat digunakan sebagai sereal sarapan, minuman, kue, biskuit dan makanan lainnya yang sehat," kata Dr Xu menjelaskan. Perbedaan warna beras hitam dibanding beras merah dan putih menurut Dr XU diakibatkan pengelupasan kulit luar beras saat penggilingan.

Konsumsi beras hitam atau merah yang mengandung banyak vitamin E dan antioksidan juga disebutkan mampu menurunkan risiko kanker dan masalah perilaku pada anak. Hasil temuan ini dipresentasikan pada Konferensi Nasional Masyarakat Kimia di Boston, seperti dikutip dari Daily Mail.

• VIVAnews

Jumat, 27 Agustus 2010

Tahukah Anda? Kecerdasan Ditentukan Saat Tidur


Udah pada tidur belum? Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang ‘empuk-empuk.

Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, kenapa ya? karena saling menekan dengan alas tidurnya.

Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini bermanfaat agar mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung. Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.

Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB – 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 – 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya…
Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 – 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.

Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

Kamis, 26 Agustus 2010

Alat Mendeteksi Autisme dari Suara

Autisme pada anak dapat dideteksi dengan cara menganalisa suara mereka. Anak-anak penyandang autisme mengucapkan kata-kata dengan cara yang berbeda dibandingkan anak-anak normal. Hal inilah yang kemudian dijadikan modal bagi para ahli untuk menciptakan suatu alat khusus untuk mendiagnosa autisme lewat analisa suara.

Alat ini berupa perekam kecil yang muat pada saku baju anak. Pada alat ini tertanam sejenis piranti lunak guna menganalisa dan mengevaluasi suara-suara tertentu yang diucapkan anak-anak sepanjang hari.

Perangkat ini adalah hasil kreasi para ahli yang dipimpin Kimbrough Oller dari Universitas Memphis, Amerika Serikat. Untuk membuat alat ini, Oller dan timnya menganalisa lebih dari tiga juta pelafalan suku kata, yang dikumpulkan dari 1.500 rekaman 232 anak berusia 10 bulan hingga empat tahun.

Seperti dilaporkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, program yang ditanam pada alat ini mampu secara tepat mengidentifikasi 86 persen diagnosa autisme yang ada.

"Walau para ahli menyatakan selama bertahun-tahun bahwa anak autis bersuara lain saat berbicara, belum ada cara praktis menggunakan vokalisasi sebagai bagian dari diagnosa atau proses pemeriksaan yang sejalan dengan autisme," kata Oller, yang juga profesor audiologi dan patologi cara bicara bahasa.

Alat ini untuk sementara dapat berfungsi menganalisa suara dalam bahasa Inggris, tetapi Oller yakin piranti lunaknya dapat diaplikasikan pada bahasa lain. "Teknik ini belum pernah dicoba, tetapi saya pikir bisa bekerja," katanya.

Saat ini, para dokter menegakkan diagnosa autisme dengan cara menguji anak-anak dengan sejumlah tes perilaku dan pola bicara, termasuk bagaimana mereka berbicara pada usia tertentu, dan apakah mereka melakukan kontak mata dengan orang lain.

"Autisme adalah kerusakan multi faktor dan banyak dimensi perilaku yang harus dipertimbangkan. Vokalisasi jelas merupakan faktor penting, tetapi saya tidak berpikir ini harus digunakan secara ekslusif," kata Oller.

Oller, yang meneliti pembelajaran dan evolusi bahasa, telah mengidenfikasi bagaimana pembentukan silabel yang berbeda berubah pada empat tahun pertama usia anak.

Menurut hasil analisa, pembentukan pola bicara anak autis tidak mengikuti pola yang umum. Program komputer mampu membedakan antar pembicara dan memproses suara yang diucapkan anak yang sedang diteliti. Rekaman sehari penuh memungkinkan peneliti untuk memeriksa pola bicara anak secara alami.

Para orang tua dapat mengirim hasil rekaman setelah anaknya menggunakan alat ini selama seharian. Hasil rekaman dikirim ke suatu perusahaan untuk dianalisa. Adalah Infoture Inc. yang mengembangkan alat dan piranti lunak tersebut. Perusahaan ini bubar pada Februari 2009 dan didirikan kembali dengan berbentuk yayasan bernama LENA Foundation. Yayasan inilah yang menjual alat dan mendanai riset.

Sabtu, 03 Juli 2010

Sabtu, 26 Juni 2010

Scan Otak yang Bisa Baca Pikiran 'Tersembunyi'

Los Angeles, Seseorang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain biasanya dianggap sebagai paranormal. Kini kemampuan tersebut tak hanya dimiliki paranormal, ilmuwan pun punya alat scan otak yang bisa baca pikiran bahkan pikiran yang 'tersembunyi'.

Alat pemindai (scan) otak yang diciptakan oleh Emily Falk dan rekan-rekannya di Universitas California, Los Angeles, ini telah diuji secara akurat pada beberapa partisipan dan telah dilaporkan dalam Journal of Neuroscience.

Falk mengungkapkan bahwa penelitian ini awalnya untuk menyelidiki apakah ada pikiran 'tersembunyi' di dalam otak, karena terkadang ada beberapa orang yang berniat untuk melakukan sesuatu dan ternyata tidak jadi melakukannya.

"Banyak orang 'memutuskan' untuk melakukan sesuatu, tapi tidak melakukannya," tambah Matthew Lieberman, seorang profesor psikologi dari Universitas California yang memimpin penelitian, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/6/2010).

Dengan functional magnetic resonance imaging (fMRI), Falk dan rekannya mampu membaca pikiran seseorang melampaui apa yang diketahui orang tersebut atau disebut dengan pikiran 'tersembunyi', sehingga dapat memprediksi perilaku aktual yang akan dilakukan seseorang.

FMRI menggunakan medan magnet untuk mengukur aliran darah di otak. Hal itu dapat mengindikasikan daerah otak yang lebih aktif dibandingkan daerah lainnya, tetapi membutuhkan interpretasi yang cermat.

Daerah otak yang aktif biasanya terjadi dalam satu bidang otak, yaitu bagian tertentu dari korteks prefrontal medial, yang dapat memberikan informasi terbaik.

"Ini adalah satu daerah dari korteks prefrontal, yang kita tahu bahwa ukurannya tidak proporsional antara manusia dan primata lainnya. Daerah ini terkait dengan kesadaran diri," jelas Lieberman.(mer/ir)

Rabu, 23 Juni 2010

Kentut dan Kesehatan

Oleh: dr. Dissy Pramudita, Klikdokter.com
Kentut (flatus) merupakan proses keluarnya gas yang telah dihasilkan di saluran pencernaan melalui anus. Kentut seringkali dianggap sebagai suatu tindakan yang tidak sopan jika dilakukan di depan publik oleh kebanyakan kalangan budaya, termasuk oleh kebudayaan di Indonesia.
Bahkan untuk sekedar menghormati norma tata krama atau bagian dari aktualisasi diri, tidak jarang membuat seseorang cenderung berusaha untuk menahan kentutnya saat berada di tempat umum. Namun, tahukah Anda betapa pentingnya proses pengeluaran gas dari anus ini?
Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi jika gas tersebut terus tertahan di dalam tubuh Anda? Berikut Kami akan menguraikan makna-makna dibalik proses pengeluaran gas tersebut dari saluran pencernaan.Mengapa Bisa Terjadi Kentut?Kentut berasal dari gas-gas yang terdapat di dalam usus. Gas-gas ini berasal dari udara yang tertelan saat seseorang makan/minum dan dari hasil pencernaan makanan yang tidak sempurna di dalam usus. Produksi gas dalam usus biasanya akan meningkat setelah makan.
Gas yang terbentuk akan dibawa menuju ke rektum (bagian akhir dari usus) melalui gerakan peristaltik usus yang juga akan membawa sisa pencernaan (feses). Gas atapun feses yang telah mencapai rektum akan menimbulkan keluhan yang serupa, yaitu rasa tidak nyaman di sekitar perut dan mulas.
Selanjutnya kentut akan dikeluarkan melalui anus secara tidak sengaja ketika tekanan di dalam rektum lebih besar daripada kekuatan sphincter anus, misal saat batuk, bersin atau orgasme ataupun dikeluarkan secara sengaja (sadar) dengan meningkatkan tekanan rektum dan mengurangi tekanan spincter anus sehingga gas tersebut mudah keluar.
Mengapa Kentut Berbunyi?
Pengeluaran gas melalui sphincter anus biasanya akan menghasilkan suara yang khas akibat adanya vibrasi dari sphincter anus atau akibat gerakan menutup pantat. Suara yang dihasilkan dapat bervariasi (bisa keras, bisa juga tidak terdengar), tergantung dari kekuatan sphincter anus, kecepatan dari pelepasan gas dan faktor-faktor lain seperi air dan lemak tubuh.
Mengapa Kentut Berbau?
Gas yang dikeluarkan saat kentut terdiri atas campuran beberapa macam gas. Nitrogen dan karbondioksida merupakan gas paling utama yang terdapat pada kentut. Komposisi gas lain yang terdapat dalam kentut, antara lain hidrogen, methana, oksigen, dll.
Gas yang dihasilkan saat kentut seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap. Selama bertahun-tahun diduga bahwa bau tersebut berasal dari skatole dan indole, yang merupakan hasil proses pencernaan dari daging. Namun, dengan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan bahwa bau tak sedap tersebut berasal dari gas yang mengandung sulfur, seperti methanethiol, hidrogen sulfida, dan dimethyl sulfida. Disamping itu, bau-bau tak sedap tersebut juga berasal dari sejumlah besar bakteri mikroflora di dalam usus dan adanya feses yang tertahan di dalam rektum.Makanan Apa Yang Dapat Memicu Kentut?Terdapat beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi gas dalam usus, diantaranya adalah makanan yang kaya akan akan polisakarida (terutama oligosakarida), seperti kacang-kacangan, produk susu, bawang, bawang putih, daun bawang, lobak, ubi jalar, kacang mete, gandum, ragi dalam roti, dan sayuran lainnya.
Apa Akibatnya Jika Kentut Tidak Dilepaskan?Kentut bukanlah sebuah racun, namun merupakan gas alami yang dihasilkan dari tubuh seseorang dan harus dikeluarkan. Seseorang yang menahan kentutnya akan merasakan beberapa keluhan yang tidak nyaman akibat pengingkatan tekanan oleh gas tersebut dan pelebaran usus yang abnormal. Kentut yang ditahan dapat menyebabkan seseorang sulit untuk buang air besar.
Tertahannya gas di dalam usus akan menyebabkan tekanan parsial di rongga usus lebih tinggi daripada tekanan parsial di dalam darah. Akibatnya, gas tersebut akan berdifusi masuk ke dalam pembuluh darah di dinding usus, dan beredar ke seluruh tubuh. Darah yang sudah mencapai paru-paru akan melepaskan gas ini bersama-sama dengan udara pernapasan.
Seseorang yang menahan kentutnya sepanjang hari, maka kentut tersebut akan dilepaskan saat dirinya tidur, yaitu ketika tubuh berada dalam kondisi relaksasi
Apa Manfaat Kentut Bagi Kesehatan?Dari sisi kesehatan, kentut menunjukkan adanya aktivitas usus yang baik. Seseorang yang baru menjalani operasi dengan bius total perlu menunggu hingga tiba saatnya kentut sebelum dirinya diizinkan dokter untuk makan dan minum. Kentut sering dijadikan petunjuk oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya bahwa fungsi usus telah kembali normal.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh sub-departement of Human Gastrointestinal Physiology and Nutrition dari Royal Hallamshire Hospital, volume gas yang dikeluarkan saat kentut dalam keadaan normal dapat mencapai kira-kira 476-1490 ml (rat-rata 705 ml) dalam 24 jam. Seseorang yang terlalu sering kentut atau bahkan tidak bisa kentut sama sekali menunjukkan adanya kelainan tertentu pada saluran pencernaannya. Terjadinya gangguan dalam pelepasan gas pencernaan yang diikuti dengan timbulnya gejala lain merupakan salah satu alasan untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.[](DP)

Jumat, 19 Maret 2010

INFO TKHI PPIH TAHUN 1430 H/2010 M

PERSYARATAN PETUGAS KESEHATAN HAJI TAHUN 2010 / 1430 H

  1. Warga Negara Indonesia yang beragama Islam baik PNS, TNI, POLRI, PTT maupun Pegawai Instansi Swasta.
  2. Berbadan sehat, baik fisik maupun mental (surat keterangan sehat dari puskesmas/rs.pemerintah)
  3. Berusia maksimal 55 tahun kecuali tenaga strategis (keahlian khusus) yang dibutuhkan.
  4. Mempunyai pendidikan atau keahlian sesuai dengan bidang tugasnya yang dinyatakan
    dengan ijazah yang dimiliki calon petugas kesehatan haji.
  5. Memiliki sertifikat ATLS/ACLS/GELS bagi dokter dan sertifikat BTCLS/BTLS/BCLS/PPGD bagi perawat/perawat bidan
  6. Mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) bagi dokter dan dokter gigi .
  7. Diutamakan mempunyai kemampuan dan keterampilan operasional komputer MS Word dan MS Excell bagi petugas Sansur dan Rekam Medis, dibuktikan dengan surat keterangan dari atasan langsung
  8. Diutamakan mempunyai kemampuan dan keterampilan operasional komputer (jaringan, MS Word dan MS Excel) bagi petugas Siskohatkes, dibuktikan dengan surat keterangan dari atasan langsung
  9. Mempunyai prestasi kerja dan disiplin yang baik,dibuktikan dengan surat keterangan dari atasan langsung (Form 1)
  10. Bagi petugas kesehatan wanita tidak dalam keadaan hamil pada saat penugasan (Form3)
  11. Suami istri tidak boleh melamar sebagai petugas kesehatan haji pada musim haji yang sama (Form3 & F.Copy Surat Nikah)
  12. Surat Izin Suami bagi calon petugas wanita yang menikah dan ditandatangani di atas materai (Form4)
  13. Bersedia bekerja sesuai jadual yang sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kebutuhan (Form5)

Klik link berikut utk registrasi:

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/web/index.php?to=registrasi

Sumber: depkes.go.id

Rabu, 10 Maret 2010

TUGAS KELOMPOK KEPERAWATAN SEMESTER IV STIKES BARAMULI

Untuk tugas kelompok :
  1. Ulkus Peptikum dan CA Colon
  2. Gastroenteritis dan Therapi Cairan
  3. Kwasiorkor dan Ascariasis
  4. DHF dan Anemia
  5. Kolera dan Morbili
  6. Typhoid dan Dyspepsia

Rabu, 27 Januari 2010

Minggu, 10 Januari 2010

Cara Menghitung Tubuh Gemuk atau Kurus

Saat ingin menurunkan berat badan, seseorang diharuskan untuk menghitung berapa indeks massa tubuhnya (BMI). Karena hasil dari perhitungan BMI ini bisa menentukan apakah seseorang sudah ideal, kurus atau termasuk kelebihan berat badan.

Cara untuk menghitung nilai indeks massa tubuh berdasarkan nilai tinggi dan berat badan yang dimiliki. Perhitungan ini berlaku sama untuk laki-laki maupun perempuan.

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (8/1/2010), cara menghitungnya dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.

Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal.

Kategori BMI adalah:

- Nilai indeks massa tubuh kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus.
- Nilai 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal.
- Nilai antara 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk).
Jika mencapai nilai 30 atau lebih maka orang tersebut masuk ke dalam kelompok obesitas.

Risiko kesehatan akan bertambah besar jika seseorang memiliki nilai indeks massa tubuh 25 atau lebih. Karena akan semakin besar kemungkinan orang tersebut terkena penyakit jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan berolahraga.

Risiko kesehatan yang kemungkinan dimiliki oleh orang dengan nilai indeks massa tubuh di atas 25 adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung, stroke, diabetes, arthritis, sakit pinggang atau juga berhubungan dengan psikologisnya.

Bagi yang memiliki indeks massa tubuh besar tidak ada salahnya untuk mulai melakukan diet yang sehat dengan mengurangi asupan kalori, perbanyak aktivitas fisik, menerapkan pola hidup yang sehat atau dengan berkonsultasi ke dokter gizi.

BMI merupakan salah satu alat untuk mengetahui apakah seseorang perlu melakukan diet atau tidak, tapi BMI ini hanya untuk melihat kelebihan berat badan akibat lemak. Jadi untuk orang yang berotot, atletis, ibu hamil, pembacaan BMI mungkin akan kurang tepat.
Jika anda berminat BMI Calculator silahkan kirim permintaan ke ruslan_pinrang@yahoo.com

Jumat, 01 Januari 2010

Satu kornea donor untuk banyak pasien

Dr. Rasik B. Vajpayee dkk, melaporkan dalam majalah Archives of Opthalmology, bahwa satu kornea donor dapat dimanfaatkan oleh 3 orang pasien dengan penyakit atau kerusakan pada mata.

Seorang dokter bedah mata tidak memerlukan seluruh kornea untuk transplantasi, tetapi hanya perlu menggunakan sebagian kornea untuk tujuan ini. Teknik operasi baru ini merupakan peluang untuk dapat menggunakan seorang donor kornea untuk lebih dari satu pasien.

Tim dari India ini melakukan seluruh operasinya di All India Institute of medical Sciences, New Delhi, dimana mereka menggunakan kornea seorang donor usia 44 tahun yang meninggal akibat henti jantung. Kornea ini digunakan pada 3 pasien, yaitu seorang usia 40 tahun yang menderita penyakit kornea degeneratif yang mengenai dua pertiga bagian depan jaringan kornea; dan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang menderita luka bakar akibat zat kimia pada mata kanannya.

Strategi menggunakan satu kornea donor untuk beberapa pasien membuka kemungkinan penggunaan donor kornea yang tersedia secara optimal, dan dapat mengurangi jumlah pasien buta akibat kelainan kornea di berbagai negara. (Medical Update, Juni 07, p.27)

Jumlah Pengunjung :