Selasa, 21 September 2010

Deteksi Penyakit Jantung Lewat Rambut

Jangan remehkan kondisi rambut. Studi University of Western Ontario, Kanada, mengungkap bahwa rambut bisa menjadi menjadi indikator adanya gangguan kesehatan jantung.

Seperti dikutip dari laman Times of India, setiap helai rambung mengandung hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini biasanya dilepas tubuh saat mengalami stres atau reaksi psikologis dan fisiologis atas perubahan situasi yang tidak dapat diterimanya.

Kadar kortisol juga terkandung dalam urin dan air liur. Namun, kortisol di dalam rambut dianggap lebih efektif untuk memetakan kondisi jantung karena sifatnya lebih terukur. Logikanya, pertumbuhan rambut relatif stabil yakini sekitar satu sentimeter setiap bulan.

Itu penting karena memungkinkan melihat tingkat stres dalam periode yang lebih lama. Memeriksa enam sentimeter rambut berarti bisa mengukur tingkat stres selama enam bulan. Sementara pemeriksaan kortisol dalam air liur atau urin cenderung hanya memperlihatkan tingkat stres sesaat.

Penelitian dilakukan dengan memeriksa sampel rambut 56 penderita serangan jantung di Meir Medical Centre di Kfar-Saba, Israel. Hasil itu dibandingkan dengan sampel rambut sejumlah orang yang tak memiliki masalah kesehatan jantung. Hasilnya, sampel rambut penderita penyakit jantung mengantung kadar kortisol sangat tinggi.

Penulis studi Stan Van Uum dan Gideon Koren mengatakan, kadar kortisol di rambut dapat menjadi prediktor kuat akan terjadinya serangan jantung. "Ini bisa menjadi penanda biologis adanya stres kronis pemicu serangan jantung. Menjadi penting karena langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum serangan terjadi."

• VIVAnews

Senin, 20 September 2010

Beras Hitam, Makanan Pencegah Kanker

Beras hitam memiliki pamor tersendiri dalam budaya makan masyarakat Cina, tetapi diabaikan di Barat. Sebuah temuan ilmuwan terbaru mengungkap, beras berwarna pekat ini bisa menjadi makanan super untuk kesehatan.

Beras hitam memiliki kandungan gula rendah serta serat sehat dan kandungan senyawa yang memerangi penyakit jantung dan kanker. Setelah para ilmuwan Universitas Louisiana menganalisa sampel dari dedak beras hitam yang ditanam di Amerika Selatan, mereka menemukan adanya kadar antioksidan antosianin yang larut dalam air ditemukan dalam beras hitam. Antosianin adalah senyawa pemberi warna gelap yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, seperti blueberry dan paprika merah.

Antosianin berfungsi menghentikan molekul berbahaya, yang dapat membantu melindungi arteri dan mencegah kerusakan DNA yang mengarah pada penyakit kanker.

Salah seorang ilmuwan Dr Zhimin Xu menyatakan, "Sesendok beras hitam mengandung lebih banyak antioksidan antosianin yang baik bagi kesehatan daripada dalam sesendok penuh blueberry dengan sedikit gula, serta lebih banyak serat dan antioksidan vitamin E."

Menurutnya, sereal beras hitam bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis untuk meningkatkan konsumsi antioksidan harian. Di Cina, beras hitam dikenal sebagai 'Forbidden Rice' selama berabad-abad, karena hanya kaum bangsawan yang diperbolehkan untuk mengonsumsinya. Saat ini, beras hitam dipakai sebagai hiasan makanan, mie, sushi dan makanan penutup.

"Setelah mengetahui khasiat luar biasa yang terkandung pada beras hitam, tepung beras hitam pun dapat digunakan sebagai sereal sarapan, minuman, kue, biskuit dan makanan lainnya yang sehat," kata Dr Xu menjelaskan. Perbedaan warna beras hitam dibanding beras merah dan putih menurut Dr XU diakibatkan pengelupasan kulit luar beras saat penggilingan.

Konsumsi beras hitam atau merah yang mengandung banyak vitamin E dan antioksidan juga disebutkan mampu menurunkan risiko kanker dan masalah perilaku pada anak. Hasil temuan ini dipresentasikan pada Konferensi Nasional Masyarakat Kimia di Boston, seperti dikutip dari Daily Mail.

• VIVAnews

Jumlah Pengunjung :