Rabu, 04 April 2012

SISTEM LIMFATIK & MEKANISME UDEMA (Bagian II)


Hampir seluruh jaringan tubuh memiliki saluran limfatik, yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Sebagian kecil jaringan tubuh tidak memiliki saluran limfatik, meski demikian jaringan yg tdk memiliki saluran limfatik tetapi memiliki pembuluh-pembuluh interstisial kecil yang disebut sebagai prelimfatik, biasanya cairan ini mengalir kedalam saluran limfatik atau pada otak mengalir ke dalam CSF kemudian secara langsung kembali kedalam pembuluh darah. Bagian bawah tubuh daerah tungkai mengalirkan ke dalam duktus torasikus dan bermuara kedalam sistem vena pada pertemuan antara vena jugularis interna kiri dan vena subklavia. Cairan limfe dari kepala kiri, lengan kiri dan sebagian daerah toraks masuk kedalam duktus torasikus sebelum bermuara ke dalam vena. Cairan limfe dari sisi kanan leher dan kepala, lengan kanan, dan sebagian dari toraks memasuki duktus limfatikus kanan yang kemudian bermuara kedalam sistemm vena pada pertemuan antara vena subklavia dan jugularis interna.
Kurang lebih 100 ml cairan limfe setiap jam mengalir melalui duktus torasikus pada keadaan istirahat dan sekitar 20 ml cairan limfe lainnya mengalir kedalam sirkulasi tiap jam melalui saluran limfe yang lain. Membuat perkiraan kecepatan total aliran limfe kurang lebih 120 ml perjam, In kira-kira 1/120.000 dari perhitungan kecepatan difusi cairan bolak balik melalui membrane kafiler dan 1/10 dari kecepatan filtrasi dari ujung arteri kafiler kedalam ruang jaringan di seluruh tubuh, kenyataan ini melukiskan bahwa kecepatan aliran limfe relative kecil bila dibandingkan dengan total pertukaran cairan antara plasma dan cairan interstisial

Tekanan-tekanan
Peningkatan tekanan interstisial bebas diatas nilai normalnya (-5,3 mmHg) meningkatkan aliran cairan interstisial kedalam kafiler limfatik dan akibatnya juga meningkatkan kecepatan aliran limfe tersebut, sampai mencapai nilai sedikit diatas normal 0 mmHg, dimana pada titik itu kecepatan aliran mencapai titik maksimal, yaitu kecepatan alirannya telah meningkat 10-50 kali normal. Faktor-faktor yang memperbesar kecepatan aliran limfe adalah:

Selasa, 03 April 2012

SISTEM LIMFATIK & MEKANISME UDEMA (Bagian I)

Edema mechanisme
Generasi cairan interstisial diatur oleh kekuatan dari persamaan Starling. Tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah menyebabkan air cenderung untuk menyaring ke dalam jaringan. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam konsentrasi protein antara plasma darah dan jaringan. Akibatnya tekanan onkotik tingkat yang lebih tinggi protein dalam plasma cenderung untuk menyedot air ke dalam pembuluh darah dari jaringan. Persamaan Starling menyatakan bahwa tingkat kebocoran cairan ditentukan oleh perbedaan antara dua kekuatan dan juga oleh permeabilitas dinding pembuluh air, yang menentukan laju aliran untuk ketidakseimbangan kekuatan yang diberikan. Kebocoran air yang paling terjadi pada venula kapiler atau posting kapiler, yang memiliki dinding semi-permeabel membran yang memungkinkan air untuk lulus lebih bebas daripada protein. (Protein dikatakan tercermin dan efisiensi refleksi diberikan oleh refleksi konstan hingga 1.) Jika kesenjangan antara sel-sel dinding pembuluh membuka kemudian permeabilitas terhadap air meningkat pertama, tetapi sebagai peningkatan kesenjangan permeabilitas ukuran protein juga meningkat dengan penurunan koefisien refleksi.
Perubahan dalam variabel dalam persamaan Starling dapat berkontribusi untuk pembentukan edema baik oleh peningkatan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah, penurunan tekanan onkotik dalam pembuluh darah atau peningkatan permeabilitas dinding pembuluh. Yang terakhir ini memiliki dua efek. Hal ini memungkinkan air mengalir lebih bebas dan mengurangi perbedaan tekanan onkotik dengan memungkinkan protein untuk meninggalkan sel lebih mudah.

Berapa dan bagaimana perbedaan tekanan onkotik berperan pada mekanisme edema? Nantikan bagian II... 

Jumlah Pengunjung :