google-site-verification: google8563cbe34eb03fea.html
Tampilkan postingan dengan label Info Perawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Perawat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Prediksi Umur Anda Dari Detak Jantung

Studi terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Heart, menunjukkan bahwa detak jantung saat istirahat dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas (kematian) pada individu yang sakit ataupun pada individu yang sehat dengan kondisi fisik yang baik.Para peneliti asal Belanda, melakukan pemeriksaan pada 5.249 pria usia baya dan usia tua pada awal tahun 1970. Pada tahun 1985 dan 1986, mereka mengevaluasi kembali subjek-subjek tersebut dimana masih terdapat 3.354 subjek yang hidup. Sebanyak 2.798 subjek dilakukan analisis data lengkap mengenai konsumsi oksigen dan detak jantung masing-masing subjek. Lalu para peneliti ini mengikutinya kembali pada tahun 2011.
Setelah mengontrol keaktifan fisik dan faktor-faktor kesehatan dan perilaku lain, mereka menemukan bahwa detak jantung saat istirahat (resting heart rate) yang tinggi ternyata dihubungkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Bila dibandingkan antara pria dengan detak jantung 50 kali permenit atau kurang dengan pria yang detak jantungnya berkisar antara 71 hingga 80 kali per menit maka pria deengan detak jantung lebih cepat memiliki risiko kematian lebih tinggi sebanyak 51%. Di angka 81 hingga 90 kali permenit, angka kematian meningkat lebih tinggi dua kali lipat, dan di angka 90 risiko kematian meningkat hingga tiga kali lipat.
“Bila kita membandingkan dua individu dengan aktivitas fisik, usia, tekanan darah dan sebagaianya yang serupa, individu dengan detak jantung lebih tinggi diperkirakan memiliki usia yang kebih pendek” kata Dr. Magnus Thorsten Jensen, seorang peneliti dari Copenhagen University Hospital Gentofte.

Selasa, 01 Januari 2013

KISAH SUKSES INDONESIAN NURSES DARI LIMA BENUA

Enjoy Nursing
INDONESIANNURSINGTRAINERS.com
Sebulan lamanya Proyek Menulis Bersama Perawat Indonesia digelar. Puluhan artikel pun bermunculan menghiasi dunia maya.
Ada yang tadinya ragu-ragu, malu-malu, merasa ngga bisa dan beribu alasan hingga tak mau menulis.
Tapi dengan sebuah tema menulis ENJOY NURSING!, semua keragu-raguan, malu, perasaan ngga bisa nulis, dan berbagai macam alasan untuk ngga mau nulis pun sirna!
Hari berganti hari, artikel pun bermunculan. Mengalir laksana air terjun niagara.
IN THE BEGINNING OF THE YEAR 2013, THE SPECTACULAR E-BOOK IS BORN!
ENJOY NURSING! Kisah Sukses INDONESIAN NURSES dari 5 Benua.
Jika anda ingin “tertular virus” ENJOY NURSING!, Segera download Ebook nya di kedua link berikut:
 


Rabu, 17 Oktober 2012

DEMONSTRASI PERAWAT DAN MAHASISWA KEPERAWATAN

Ribuan Perawat dan Mahasiswa calon perawat berunjuk rasa di depan gedung DPR, mereka menuntut anggota dewan mengesahkan rancangan undang-undang keperawatan agar profesi perawat mempunyai jaminan hukum.



Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatullah, mengatakan, Rancangan Undang-Undang Keperawatan harus dapat berperan sebagai pelindung perawat.

"Selain itu, RUU ini harus secara jelas membuat batasan-batasan mengenai hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab seseorang yang berprofesi sebagai perawat," kata Poempida kepada ANTARA News, Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Poempida mengatakan, RUU Keperawatan yang sedang dibahas dalam Panja Komisi IX, masih jauh dari harapan, karena masih membuka peluang terhadap eksploitasi terhadap para perawat.

RUU tersebut masih cenderung memberikan otoritas wewenang berlebih kepada suatu organisasi profesi yang akan dikuasai oleh kelompok tertentu, serta cenderung menciptakan tata birokrasi yang tidak sederhana bagi para perawat. Hal ini membuka peluang terjadinya eksploitasi bagi para perawat, tegas Poempida.

Menurutnya, RUU Keperawatan masih merupakan cerminan atau duplikat yang mirip dengan UU Kedokteran secara struktur. Secara kasat mata, memang profesi perawat selalu bersinggungan dengan profesi dokter.

Namun secara filosofi kedua profesi itu tidak dapat disamakan. Masih diperlukan beberapa analisis yang lebih tajam untuk melengkapi RUU ini agar mendekati sempurna, pungkas Poempida. (Zul)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 4

Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 1

Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 3

Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 2


Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 5

Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 6

Demonstrasi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan 7

Minggu, 15 Juli 2012

PENGETAHUAN DASAR GINJAL & HIPERTENSI

Ginjal dan Hipertensi
Ginjal: Bagaimana Ginjal Bekerja, Bagaimana Ginjal Tidak Berfungsi Baik, Apa yang dapat anda perbuat Bagaimana Ginjal Bekerja Bayangkan apa yang terjadi bila Perusahaan Air Minum di tempat anda tidak dapat membersihkan kotoran-kotoran atau racun-racun dari air yang anda konsumsi. Pasti anda dan orang lain yang mengkonsumsi air tersebut akan menderita sakit dalam waktu cepat. Kesehatan yang mengkonsumsi air dari Perusahaan Air Minum tergantung dari kinerja perusahaan tersebut. Proses ini memiliki kesamaan dengan yang terjadi pada tubuh kita untuk menyaring, membersihkan kotoran-kotoran atau racun-racun dari dalam darah. Beruntung kita memiliki organ tubuh yang dapat melakukan melakukan perawatan seperti ini, yaitu ginjal anda. Tidak terlalu komplek dari Perusahaan Air Minum, ginjal memiliki beberapa fungsi utama, termasuk membersihkan kotoran-kotoran atau racun-racun dari dalam darah anda. Bagaimana cara bekerjannya, Makanan dan minuman yang dibutuhkan tubuh untuk energi, zat-zat gizi dan memperbaiki kerusakan dalam tubuh dengan sendirinya. Kelebihan dari cairan yang tidak dibutuhkan dalam tubuh akan dibuang. Kotoran-kotoran yang ada dalam darah harus disaring untuk dibuang agar kesehatan terjaga. Tugas dari ginjal anda sebagai system penyaringan untuk membersihkan darah dan membuang kelebihan cairan tubuh. Mungkin anda telah mengetahui, setiap detak jantung, sirkulasi darah akan melalui tubuh anda. Artinya dengan sehatnya ginjal akan selalu bekerja untuk membersihkan darah dalam tubuh – 24 jam perhari, 7 hari perminggu. Setiap hari ginjal akan menyaring sekitar 2 quarts kelebihan cairan dan kotoran (pada air kemih) . Sedikit lSedikit demi sedikit air kemih akan terkumpul di kandung kemih, sampai dengan cepat kotoran-kotoran akan di keluarkan dari tubuh melalui air kemih. jadi, pembersihan darah dan ekskresi kelebihan cairan tubuh merupakan fungsi dari ginjal. Saat darah kotor datang ke ginjal, jutaan penyaring kecil yang disebut nephrons akan membersihkan kotoran-kotoran. Tapi ginjal juga memiliki dua pekerjaan lain. Menyeimbangkan zat-zat kimia dalam tubuh merupakan kerja dari ginjal yang kedua. Dalam nephrons, tingkat zat-zat kimia dalam tubuh dijaga (seperti sodium, phosphorus, and potassium). Ginjal akan menyimpan kebutuhan tubuh dan akan membuang kelebihannya.

Sabtu, 30 Juni 2012

Ternyata Kecoa Sangat Berjasa Bagi Lingkungan


Jika muncul pertanyaan, “apakah hewan paling menjijikkan di dunia?”, sebagian besar orang mungkin akan menjawab kecoa. Tubuhnya yang hitam, dapat berlari dengan gesit sampai sulit ditangkap, serta hidup di tempat-tempat kotor, lembab, dan jorok, membuat tak sedikit orang menjerit histeris saat melihat hewan yang satu ini.

Tapi tahukah Anda bahwa kecoa memiliki manfaat yang begitu besar terhadap lingkungan? Hal ini diungkap peneliti dari University of Texas, Amerika Serikat. Professor Srini Kambhampati dari University of Texas menyebutkan, kecoa memiliki peran esensial dalam kelangsungan ekosistem planet. Jika populasi kecoa menurun drastis, siklus nitrogen di bumi pun akan terganggu. “Kecoa hobi menyantap sisa-sisa sampah organik yang banyak mengandung nitrogen. Nitrogen yang masuk ke dalam tubuh mereka kemudian dilepaskan di tanah dan digunakan untuk tumbuh-kembang tanaman,” papar Kambhampati seperti dikutip Huffington Post belum lama ini. “Dengan kata lain, jika kecoa punah kesehatan lingkungan di bumi akan terkena dampaknya. Begitu juga semua spesies yang tinggal di dalamnya,” lanjut Kambhampati.

Kambhampati menambahkan, 10.000 jenis spesies kecoa yang ada di muka bumi juga menjadi makanan bagi burung dan tikus, yang kemudian menjadi santapan hewan lain, seperti kucing, elang, dan reptil. Ini berarti, jika kecoa punah akan mengganggu rantai makanan dari hewan lain.

Jadi, masih mau memukul kecoa pakai sapu atau sandal?
(rere/yb)


Senin, 04 Juni 2012

Golongan Darah Dapat Dirubah


Hampir semua orang berpendapat bahwa golongan darah yang dimiliki seseorang akan tetap sama seumur hidupnya. Tapi ternyata anggapan ini salah. Dengan metode sederhana, seorang dokter bisa mengubah jenis-jenis golongan darah.

Terobosan ini bisa menjadi solusi dari masalah kekurangan darah dengan meningkatkan pasokan darah O yang dapat diberikan kepada siapa pun. Dalam artikel yang dimuat jurnal Nature Biotechnology, tim peneliti internasional menjelaskan bagaimana mereka dapat mengubah darah dari tipe A, B atau AB menjadi darah tipe O.

Senin, 07 Mei 2012

INFORMASI PELATIHAN PERAWAT


Salam HIPGABI..! Bersatu, berkualitas, sejahtera..!
Pelatihan Emergency Nursing-Intermediate Level (ENIL)|Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI)

  • Waktu : Mulai tanggal 21 s/d 25 Mei 2012
  • Tempat: Puskadik Makassar
  • Rangkaian Acara: Pelantikan Pengurus Wilayah HIPGABI Sul-Sel tanggal 26 Mei 2012
Segera Daftarkan diri Anda menjadi Pengurus HIPGABI Sul-Sel

Rabu, 04 April 2012

SISTEM LIMFATIK & MEKANISME UDEMA (Bagian II)


Hampir seluruh jaringan tubuh memiliki saluran limfatik, yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Sebagian kecil jaringan tubuh tidak memiliki saluran limfatik, meski demikian jaringan yg tdk memiliki saluran limfatik tetapi memiliki pembuluh-pembuluh interstisial kecil yang disebut sebagai prelimfatik, biasanya cairan ini mengalir kedalam saluran limfatik atau pada otak mengalir ke dalam CSF kemudian secara langsung kembali kedalam pembuluh darah. Bagian bawah tubuh daerah tungkai mengalirkan ke dalam duktus torasikus dan bermuara kedalam sistem vena pada pertemuan antara vena jugularis interna kiri dan vena subklavia. Cairan limfe dari kepala kiri, lengan kiri dan sebagian daerah toraks masuk kedalam duktus torasikus sebelum bermuara ke dalam vena. Cairan limfe dari sisi kanan leher dan kepala, lengan kanan, dan sebagian dari toraks memasuki duktus limfatikus kanan yang kemudian bermuara kedalam sistemm vena pada pertemuan antara vena subklavia dan jugularis interna.
Kurang lebih 100 ml cairan limfe setiap jam mengalir melalui duktus torasikus pada keadaan istirahat dan sekitar 20 ml cairan limfe lainnya mengalir kedalam sirkulasi tiap jam melalui saluran limfe yang lain. Membuat perkiraan kecepatan total aliran limfe kurang lebih 120 ml perjam, In kira-kira 1/120.000 dari perhitungan kecepatan difusi cairan bolak balik melalui membrane kafiler dan 1/10 dari kecepatan filtrasi dari ujung arteri kafiler kedalam ruang jaringan di seluruh tubuh, kenyataan ini melukiskan bahwa kecepatan aliran limfe relative kecil bila dibandingkan dengan total pertukaran cairan antara plasma dan cairan interstisial

Tekanan-tekanan
Peningkatan tekanan interstisial bebas diatas nilai normalnya (-5,3 mmHg) meningkatkan aliran cairan interstisial kedalam kafiler limfatik dan akibatnya juga meningkatkan kecepatan aliran limfe tersebut, sampai mencapai nilai sedikit diatas normal 0 mmHg, dimana pada titik itu kecepatan aliran mencapai titik maksimal, yaitu kecepatan alirannya telah meningkat 10-50 kali normal. Faktor-faktor yang memperbesar kecepatan aliran limfe adalah:

Selasa, 03 April 2012

SISTEM LIMFATIK & MEKANISME UDEMA (Bagian I)

Edema mechanisme
Generasi cairan interstisial diatur oleh kekuatan dari persamaan Starling. Tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah menyebabkan air cenderung untuk menyaring ke dalam jaringan. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam konsentrasi protein antara plasma darah dan jaringan. Akibatnya tekanan onkotik tingkat yang lebih tinggi protein dalam plasma cenderung untuk menyedot air ke dalam pembuluh darah dari jaringan. Persamaan Starling menyatakan bahwa tingkat kebocoran cairan ditentukan oleh perbedaan antara dua kekuatan dan juga oleh permeabilitas dinding pembuluh air, yang menentukan laju aliran untuk ketidakseimbangan kekuatan yang diberikan. Kebocoran air yang paling terjadi pada venula kapiler atau posting kapiler, yang memiliki dinding semi-permeabel membran yang memungkinkan air untuk lulus lebih bebas daripada protein. (Protein dikatakan tercermin dan efisiensi refleksi diberikan oleh refleksi konstan hingga 1.) Jika kesenjangan antara sel-sel dinding pembuluh membuka kemudian permeabilitas terhadap air meningkat pertama, tetapi sebagai peningkatan kesenjangan permeabilitas ukuran protein juga meningkat dengan penurunan koefisien refleksi.
Perubahan dalam variabel dalam persamaan Starling dapat berkontribusi untuk pembentukan edema baik oleh peningkatan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah, penurunan tekanan onkotik dalam pembuluh darah atau peningkatan permeabilitas dinding pembuluh. Yang terakhir ini memiliki dua efek. Hal ini memungkinkan air mengalir lebih bebas dan mengurangi perbedaan tekanan onkotik dengan memungkinkan protein untuk meninggalkan sel lebih mudah.

Berapa dan bagaimana perbedaan tekanan onkotik berperan pada mekanisme edema? Nantikan bagian II... 

Sabtu, 18 Desember 2010

DEMO PERAWAT INDONESIA (Revisi)


Written by Ns. Erwin, S.Kep
Bertepatan dengan sidang paripurna MPR-DPR akhir tahun 2010 pada tanggal 14 Desember 2010, perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kembali turun kejalan melakukan aksi damai untuk mendesak Dewan agar tetap menjadikan RUU Keperawatan masuk dalam Prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) MPR-DPR tahun 2011 dan menagih janji anggota Dewan khususnya komisi IX untuk mengesahkan RUU Keperawatan menjadi Undang-Undang Keperawatan.

Dalam aksi kali ini PPNI didukung oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kesehatan, salah satu perwakilan dari Masyarakat Peduli Kesehatan dalam orasinya megatakan bahwa keperawatan adalah orang-orang yang selalu berada di front terdepan dalam pelayanan kesehatan sehingga tanpa adanya perawat pelayanan kesehatan tidak akan berjalan, dalam orasinya juga mengatakan bahwa ketika perawat melakukan fungsinya melayani masyarakat terutama perawat yang berada di daerah terpencil juga perawat yang ada di perkotaan ketika melakukan tindakan keperawatan apakah dilindungi oleh negara, apa payung hukumnya, apakah masyarakat terjamin haknya mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas, untuk mengatur dan menjaminnya diperlukan adanya Undang-undang yang mengaturnya yaitu Undang-Undang Keperawatan tiada yang lain, tegasnya.

Aksi damai yang diikuti oleh perawat dan mahasiswa keperawatan yang berasal dari berbagai daerah baik di DKI Jakarta maupun luar DKI berjumlah sekitar 3000 orang, juga didukung oleh elemen masyarakat yang ikut bergabung. membuat suasana sedikit memanas ketika mahasiswa melakukan orasi menuntut anggota dewan untuk keluar gedung menemui masa, dan mahasiswa melakukan tindakan menaiki pagar gedung MPR-DPR dan beberapa mahasiswa masuk kedalam pagar gedung sehingga terjadi penangkapan 2 orang mahasiswa dari FIK UI oleh petugas yang sedang berjaga didalam gedung, namun kedua mahasiswa itu dilepasakan kembali melalui pintu samping gedung. Dalam orasinya mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan menampilkan dua sosok perawat yang tangannya terbelenggu dan berusaha mendapatkan perlindungan hukum kepada penguasa namun dihalang-halangi, akhirnya perawat itu mampu melepaskan belenggu ditangannya dan berhasil meraih perlindungan yang diinginkan.

Ditengah cuaca yang sepertinya sangat mendukung, sedikit mendung dengan sedikit angin berhembus membuat aksi masa dapat bertahan hingga sore hari. Selama aksi berlangsung, beberapa perwakilan perawat masuk mengikuti sidang paripurna dan kembali keluar langsung menemui ketua Umum PPNI ibu Dewi Irawati, PhD dan ketua gerakan Bapak Harif Fadillah, SKp.,SH yang sekaligus sebagai Sekretaris Jendral PPNI untuk melaporkan hasil sidang paripurna yang berkaitan dengan RUU Keperawatan, selang beberapa waktu salah satu perwakilan perawat yang hadir dalam sidang paripurna naik keatas panggung orasi (bapak Acep dari PPNI Jawa Tengah), beliau menyampaikan bahwa RUU Keperawatan berhasil masuk dalam Daftar PROGRAM LEGISLASI NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG PRIORITAS TAHUN 2011 dengan NOMOR URUT 19 (sembilan belas), dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan kekecewaan terhadap fraksi partai Demokrat yang menurut pendapat beliau fraksi tersebut tidak mendukung adanya UU Keperawatan.

Setelah masa tahu bahwa RUU Keperawatan tetap masuk dalam Daftar Prolegnas UU Prioritas tahun 2011, masa berangsur-angsur membubarkan diri dengan komando koordinator lapangan dari daerah masing-masing, Clossig Statament masa perawat mengatakan akan terus melakukan pengkawalan terhadap apa yang sudah diputuskan dalam sidang Paripurna, karena mereka (perawat) tidak ingin dikhianati dengan janji-janji belaka. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Umum PPNI Ibu Dewi Irawati, PhD yang disambut dengan teriakan semangat dari masa perawat yang hadir.(ners 2010)
Sumber:
http://www.ners-indonesia.com/

Selasa, 15 Desember 2009

ASAP ROKOK

Di Dublin, AS, warga bisa menuntut perokok jika merasa terganggu oleh asap rokok dari perokok itu.

Dublin, California, bukan DKI Jakarta. Dalam kadar tertentu, wajah Dublin terasa lebih 'sangar' ketimbang DKI. Contohnya, jangan coba-coba menyetel musik ingar-bingar di Dublin atau membuang sampah busuk yang berakibat tetangga Anda terusik berat. Anda bisa diadukan ke pengadilan.

Meski tak sekeras Dublin dalam aturan hubungan antartetangga, ada kesamaan antara DKI Jakarta dan Dublin: sama-sama 'benci' perokok. Dalam perkara ini, Dublin, kota yang bertetangga dengan San Fransisco, Amerika Serikat (AS) itu, masih lebih sangar dari Jakarta.

Belum lama DKI Jakarta memberlakukan peraturan daerah (perda) antirokok, mengganjar perokok depan umum denda hingga Rp 50 juta. Tapi hingga saat ini perda tersebut belum kelihatan taringnya. Dublin, selangkah lagi mengekor DKI Jakarta, dengan kelebihan: memungkinkan warganya menuntut perokok ke pengadilan. Hal yang tak dipunyai Jakarta.

Selengkapnya klik disini

Jumat, 18 September 2009

RUU KESEHATAN DISAHKAN...

Jakarta, Terlepas dari berbagai kontroversinya, Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kesehatan dalam sidang paripurna, Senin (14/9), atau sehari lebih cepat dari rencana. UU Kesehatan yang baru ini merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Menurut Ketua Komisi IX dr Ribka Tjiptaning, yang juga Ketua Panitia Khusus Komisi IX untuk pembahasan RUU Kesehatan, kalau RUU Kesehatan sebagai payung hukum sudah diselesaikan, DPR bisa menyelesaikan perundangan lain yang terkait, seperti RUU Rumah Sakit.

Pengesahan RUU Kesehatan yang pembahasannya berlangsung tujuh tahun melalui dua periode pergantian anggota DPR itu berlangsung tak lebih dari 40 menit, setelah sidang paripurna mengesahkan RUU Narkotika. Selain itu, DPR juga mengesahkan RUU Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan RUU tentang Keimigrasian.

Sidang yang seharusnya mulai pukul 10.00 mundur sampai pukul 11.45 setelah memenuhi kuorum, dengan kehadiran 277 anggota DPR dari jumlah 550.

Rumit

Menurut Ribka, dalam Rapat Kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan terkait pembahasan RUU Kesehatan (10/9), 8 fraksi menerima RUU Kesehatan, 1 fraksi, yakni Partai Bintang Reformasi (PBR), menerima dengan catatan, sementara Partai Damai Sejahtera (PDS) menolak, keduanya terkait dengan pasal-pasal mengenai kesehatan reproduksi, khususnya aborsi.

Dalam sidang pleno, PDS akhirnya menerima RUU Kesehatan. Namun, terkait dengan aborsi, PDS hanya menerima Pasal 75 (2a), yang mengatur indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin. Senada dengan itu, PBR memberi catatan yang menolak aborsi untuk kehamilan akibat pemerkosaan, dengan menggunakan alasan hak hidup untuk janin.

”Pasal-pasal tentang aborsi sangat rumit dan penuh kontroversi,” ujar dr Mariani Akib Baramuli dari Fraksi Partai Golkar, seusai pengesahan, ”Yang tertera dalam RUU itu adalah kompromi yang paling mungkin.”

Hal senada disampaikan anggota Komisi IX, Tuti Indarsih Loekman Soetrino dari Fraksi Partai Amanat Nasional. ”Kalau menolak RUU Kesehatan karena soal aborsi, berarti juga menolak semua isi RUU, termasuk pasal-pasal yang menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Koordinator Jaringan Kerja Program Legislasi Nasional Pro-Perempuan (JKP3) Ratna Batara Munti, teks final dari RUU memang mengakomodasi masukan dari organisasi nonpemerintah, khususnya tentang konseling dalam pasal yang menyangkut aborsi. Besar sanksi juga sudah jauh berkurang. Namun, teks final itu tetap mendiskriminasi hak atas pelayanan kesehatan reproduksi atas dasar moral.

Poin-poin penting

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalatta yang membacakan pidato Presiden memaparkan beberapa poin penting dalam RUU Kesehatan, terkait dengan pembiayaan kesehatan dan ketentuan aborsi yang menyebut dengan jelas istilah ”aborsi”, bukan ”tindakan medis”, seperti dalam UU Kesehatan sebelumnya. UU ini juga memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengendalikan harga obat esensi dan obat generik agar harganya terjangkau oleh masyarakat miskin.

Andi juga mengatakan, sumber pembiayaan kesehatan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 5 persen serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 10 persen. UU Kesehatan menegaskan, hak bayi untuk memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan.

Dr Ribka mengingatkan, terdapat 11 peraturan pemerintah dan 10 peraturan presiden terkait dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang belum dilaksanakan. (MH/INE)

Sumber : Kompas.Com

Rabu, 02 September 2009

PERAN PERAWAT

Peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan keamanan dapat berperan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung perawat dapat melakukan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami masalah terkait dengan ketidakterpenuhinya kebutuhan keamanan. Adapu peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan keamanan adalah sebagai berikut: Peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan keamanan dapat berperan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung perawat dapat melakukan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami masalah terkait dengan ketidakterpenuhinya kebutuhan keamanan. Adapu peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan keamanan adalah sebagai berikut:

1. Pemberi perawatan langsung (care giver); perawat memberikan bantuan secara langsung pada klien dan keluarga yang mengalami masalah terkait dengan kebutuhan keamanan.
2. Pendidik, perawat perlu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga agar klien dan keluarga melakukan program asuhan kesehatan keluarga terkait dengan kebutuhan keamanan secara mandiri, dan bertanggung jawab terhadap masalah keamanan keluarga.
3. Pengawas kesehatan, perawat harus melakukan ”home visit” atau kunjungan rumah yang teratur untuk mengidentifikasi atau melakukan pengkajian tentang kebutuhan keamanan klien dan keluarga.
4. Konsultan, perawat sebagai nara sumber bagi keluarga dalam mengatasi masalah keamanan keluarga. Agar keluarga mau meminta nasehat kepada perawat maka hubungan perawat-keluarga harus dibina dengan baik, perawat harus bersikap terbuka dan dapat dipercaya.
5. Kolaborasi, perawat juga harus bekerja sama dengan lintas program maupun secara lintas sektoral dalam pemenuhan kebutuhan keamanan keluarga untuk mencapai kesehatan dan keamanan keluarga yang optimal.
6. Fasilitator, perawat harus mampu menjembatani dengan baik terhadap pemenuhan kebutuhan keamanan klien dan keuarga sehingga faktor risiko dalam ketidakpemenuhan kebutuhan keamanan dapat diatasi.
7. Penemu kasus/masalah, perawat mengidentifikasi masalah keamanan secara dini, sehingga tidak terjadi injuri atau risiko jatuh pada klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan keamanannya.
8. Modifikasi lingkungan, perawat harus dapat memodifikasi lingkungan baik lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat agar tercipta lingkungan yang sehat dalam menunjang pemenuhan kebutuhan keamanan.

Artikel Terkini Perawat Dan Dokter Thursday, 13/11/2008 00:00
Profesionalisme perawat Critical Care
Friday, 19/09/2008 00:00
Peranan Perawat


Copyright � 2007 by HIPERCCI
http://www.hipercci.org

    Minggu, 09 Agustus 2009

    DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION (DIC)

    Koagulasi Intravaskular Diseminata (KID) ditandai dengan proses aktivasi dari sistem koagulasi yang menyeluruh yang menyebabkan pembentukan fibrin di dalam pembuluh darah sehingga terjadi oklusi trombotik di dalam pembuluh darah berukuran sedang dan kecil. Proses tersebut menjadikan aliran darah terganggu sehingga terjadi kerusakan pada banyak organ tubuh. Pada saat yang bersamaan, terjadi pemakaian trombosit dan protein dari faktor-faktor pembekuan sehingga terjadi perdarahan.
    Sebelum dikenal istilah KID, dahulu dikenal istilah-istilah lain yang diberikan sesuai dengan patofisiologinya:
     Coagulation consumption
     Hyperfibrinosis
     Defibrinasi
     Thrombohaemoraghic Syndrome
    KID merupakan keadaan yang termasuk dalam kategori kedaruratan medik, sehingga memerlukan tindakan medis dan penanganan segera. Tindakan dan penanganan yang diberikan tergantung dari patofisiologi penyakit yang mendasarinya, apakah terjadi secara akut atau memang sudah ada penyakit yang sudah lama diderita. Namun yang utama dalam memberikan penanganan tersebut adalah mengetahui proses patologi KID itu sendiri, sepeti telah disebutkan sebelumnya, yakni terjadinya proses trombosis mikrovaskular dan kemungkinan terjadi perdarahan (diatesa hemoragik) secara bersamaan.

    Jumlah Pengunjung :