google-site-verification: google8563cbe34eb03fea.html

Sabtu, 30 Juni 2012

Ternyata Kecoa Sangat Berjasa Bagi Lingkungan


Jika muncul pertanyaan, “apakah hewan paling menjijikkan di dunia?”, sebagian besar orang mungkin akan menjawab kecoa. Tubuhnya yang hitam, dapat berlari dengan gesit sampai sulit ditangkap, serta hidup di tempat-tempat kotor, lembab, dan jorok, membuat tak sedikit orang menjerit histeris saat melihat hewan yang satu ini.

Tapi tahukah Anda bahwa kecoa memiliki manfaat yang begitu besar terhadap lingkungan? Hal ini diungkap peneliti dari University of Texas, Amerika Serikat. Professor Srini Kambhampati dari University of Texas menyebutkan, kecoa memiliki peran esensial dalam kelangsungan ekosistem planet. Jika populasi kecoa menurun drastis, siklus nitrogen di bumi pun akan terganggu. “Kecoa hobi menyantap sisa-sisa sampah organik yang banyak mengandung nitrogen. Nitrogen yang masuk ke dalam tubuh mereka kemudian dilepaskan di tanah dan digunakan untuk tumbuh-kembang tanaman,” papar Kambhampati seperti dikutip Huffington Post belum lama ini. “Dengan kata lain, jika kecoa punah kesehatan lingkungan di bumi akan terkena dampaknya. Begitu juga semua spesies yang tinggal di dalamnya,” lanjut Kambhampati.

Kambhampati menambahkan, 10.000 jenis spesies kecoa yang ada di muka bumi juga menjadi makanan bagi burung dan tikus, yang kemudian menjadi santapan hewan lain, seperti kucing, elang, dan reptil. Ini berarti, jika kecoa punah akan mengganggu rantai makanan dari hewan lain.

Jadi, masih mau memukul kecoa pakai sapu atau sandal?
(rere/yb)


Senin, 04 Juni 2012

Golongan Darah Dapat Dirubah


Hampir semua orang berpendapat bahwa golongan darah yang dimiliki seseorang akan tetap sama seumur hidupnya. Tapi ternyata anggapan ini salah. Dengan metode sederhana, seorang dokter bisa mengubah jenis-jenis golongan darah.

Terobosan ini bisa menjadi solusi dari masalah kekurangan darah dengan meningkatkan pasokan darah O yang dapat diberikan kepada siapa pun. Dalam artikel yang dimuat jurnal Nature Biotechnology, tim peneliti internasional menjelaskan bagaimana mereka dapat mengubah darah dari tipe A, B atau AB menjadi darah tipe O.

Senin, 07 Mei 2012

INFORMASI PELATIHAN PERAWAT


Salam HIPGABI..! Bersatu, berkualitas, sejahtera..!
Pelatihan Emergency Nursing-Intermediate Level (ENIL)|Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI)

  • Waktu : Mulai tanggal 21 s/d 25 Mei 2012
  • Tempat: Puskadik Makassar
  • Rangkaian Acara: Pelantikan Pengurus Wilayah HIPGABI Sul-Sel tanggal 26 Mei 2012
Segera Daftarkan diri Anda menjadi Pengurus HIPGABI Sul-Sel

Rabu, 04 April 2012

SISTEM LIMFATIK & MEKANISME UDEMA (Bagian II)


Hampir seluruh jaringan tubuh memiliki saluran limfatik, yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Sebagian kecil jaringan tubuh tidak memiliki saluran limfatik, meski demikian jaringan yg tdk memiliki saluran limfatik tetapi memiliki pembuluh-pembuluh interstisial kecil yang disebut sebagai prelimfatik, biasanya cairan ini mengalir kedalam saluran limfatik atau pada otak mengalir ke dalam CSF kemudian secara langsung kembali kedalam pembuluh darah. Bagian bawah tubuh daerah tungkai mengalirkan ke dalam duktus torasikus dan bermuara kedalam sistem vena pada pertemuan antara vena jugularis interna kiri dan vena subklavia. Cairan limfe dari kepala kiri, lengan kiri dan sebagian daerah toraks masuk kedalam duktus torasikus sebelum bermuara ke dalam vena. Cairan limfe dari sisi kanan leher dan kepala, lengan kanan, dan sebagian dari toraks memasuki duktus limfatikus kanan yang kemudian bermuara kedalam sistemm vena pada pertemuan antara vena subklavia dan jugularis interna.
Kurang lebih 100 ml cairan limfe setiap jam mengalir melalui duktus torasikus pada keadaan istirahat dan sekitar 20 ml cairan limfe lainnya mengalir kedalam sirkulasi tiap jam melalui saluran limfe yang lain. Membuat perkiraan kecepatan total aliran limfe kurang lebih 120 ml perjam, In kira-kira 1/120.000 dari perhitungan kecepatan difusi cairan bolak balik melalui membrane kafiler dan 1/10 dari kecepatan filtrasi dari ujung arteri kafiler kedalam ruang jaringan di seluruh tubuh, kenyataan ini melukiskan bahwa kecepatan aliran limfe relative kecil bila dibandingkan dengan total pertukaran cairan antara plasma dan cairan interstisial

Tekanan-tekanan
Peningkatan tekanan interstisial bebas diatas nilai normalnya (-5,3 mmHg) meningkatkan aliran cairan interstisial kedalam kafiler limfatik dan akibatnya juga meningkatkan kecepatan aliran limfe tersebut, sampai mencapai nilai sedikit diatas normal 0 mmHg, dimana pada titik itu kecepatan aliran mencapai titik maksimal, yaitu kecepatan alirannya telah meningkat 10-50 kali normal. Faktor-faktor yang memperbesar kecepatan aliran limfe adalah:

Selasa, 03 April 2012

SISTEM LIMFATIK & MEKANISME UDEMA (Bagian I)

Edema mechanisme
Generasi cairan interstisial diatur oleh kekuatan dari persamaan Starling. Tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah menyebabkan air cenderung untuk menyaring ke dalam jaringan. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam konsentrasi protein antara plasma darah dan jaringan. Akibatnya tekanan onkotik tingkat yang lebih tinggi protein dalam plasma cenderung untuk menyedot air ke dalam pembuluh darah dari jaringan. Persamaan Starling menyatakan bahwa tingkat kebocoran cairan ditentukan oleh perbedaan antara dua kekuatan dan juga oleh permeabilitas dinding pembuluh air, yang menentukan laju aliran untuk ketidakseimbangan kekuatan yang diberikan. Kebocoran air yang paling terjadi pada venula kapiler atau posting kapiler, yang memiliki dinding semi-permeabel membran yang memungkinkan air untuk lulus lebih bebas daripada protein. (Protein dikatakan tercermin dan efisiensi refleksi diberikan oleh refleksi konstan hingga 1.) Jika kesenjangan antara sel-sel dinding pembuluh membuka kemudian permeabilitas terhadap air meningkat pertama, tetapi sebagai peningkatan kesenjangan permeabilitas ukuran protein juga meningkat dengan penurunan koefisien refleksi.
Perubahan dalam variabel dalam persamaan Starling dapat berkontribusi untuk pembentukan edema baik oleh peningkatan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah, penurunan tekanan onkotik dalam pembuluh darah atau peningkatan permeabilitas dinding pembuluh. Yang terakhir ini memiliki dua efek. Hal ini memungkinkan air mengalir lebih bebas dan mengurangi perbedaan tekanan onkotik dengan memungkinkan protein untuk meninggalkan sel lebih mudah.

Berapa dan bagaimana perbedaan tekanan onkotik berperan pada mekanisme edema? Nantikan bagian II... 

Kamis, 29 Maret 2012

KOMITE KEPERAWATAN

Asuhan yang berkualitas mempunyai beberapa elemen (ICN) : 1. Meningkatnya kesehatan dalam waktu sesingkat mungkin, 2. Menekankan kepada pencegahan, penemuan dini, dan treatment, 3. Diberikan pada waktu yang tidak tertunda, 4. Dengan landasan pemahaman terjadi kerjasama dan partisipasi klien dalam membuat keputusan tentang proses asuhan, 5. Berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dan cakap dalam penggunaan teknologi dan sumber-sumber keprofesian, 6. Menunjukan kesadaran akan stres dan kecemasan klien (dan keluarga) dengan concern akan kesejahteraan klien secara menyeluruh, 7. Memanfaatkan dengan efisien teknologi yang tepat dan sumber-sumber asuhan kesehatan lain, dan 8. Secara memadai didokumentasikan untuk memungkinkan kontinuitas asuhan dan telaah sejawat.
Asuhan yang berkualitas dapat dicapai dengan adanya profesionalisme keperawatan. Pelayanan keperawatan profesional di RS diberikan oleh kelompok keperawatan. Kelompok keperawatan yang bertanggung jawab untuk terlaksananya peran dan kegiatan perawat di RS dapat berupa komite yang berada dalam struktur tetapi menjalankan peran fungsional. Komite Keperawatan di RS merupakan media utama untuk mengakomodasi dan memfasilitasi tumbuhnya komunitas profesi keperawatan melalui sistem pengampu keilmuan yang dapat mempertahankan profesionalisme pelayanan keperawatan yang diberikan. Selanjutnya....

Jumlah Pengunjung :