google-site-verification: google8563cbe34eb03fea.html

Selasa, 22 Februari 2011

PENERIMAAN PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA TAHUN 2011


Kementerian Kesehatan membuka pendaftaran untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Tahun 2011 M/1432 H. Pendaftaran dilakukan secara online pada tanggal 15 Februari 2011 jam 05.00 melalui website http://www.puskeshaji.depkes.go.id/. PKHI yang dibutuhkan sebanyak 1.782 orang masing-masing untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter dan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang kesehatan. TKHI kloter adalah petugas kesehatan yang menyertai jemaah haji dalam kelompok terbang (Kloter). Jumlah yang dibutuhkan sebanyak 1.476 orang terdiri dari 492 dokter dan 984 perawat. Sementara PPIH Arab Saudi bidang kesehatan yang dibutuhkan sebanyak 306 orang, terdiri dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, analis kesehatan, radiographer, ahli rekam medik, teknisi elektromedik, nutrisionis dan dietisian, tenaga farmasi, sanitasi dan surveilans serta petugas sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat).

Persyaratan melamar meliputi umum dan khusus. Persyaratan umum meliputi Warga Negara Indonesia yang beragama Islam (PNS, TNI, POLRI, PTT maupun Pegawai Swasta), berbadan sehat, baik fisik maupun mental, berusia maksimal 55 tahun, mempunyai pendidikan atau keahlian sesuai dengan bidang tugasnya yang dinyatakan dengan ijazah yang dimiliki calon petugas kesehatan haji. Bagi petugas kesehatan wanita tidak dalam keadaan hamil. Mempunyai keahlian kedaruratan dan prestasi kerja serta disiplin yang baik, dibuktikan dengan surat keterangan dari atasan langsung. Suami-isteri tidak boleh mengajukan lamaran sebagai petugas kesehatan haji pada musim haji yang sama. Bersedia bekerja sesuai dengan tempat tugas dan jadwal yang sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kebutuhan.

Persyaratan khusus, untuk TKHI Kloter yaitu untuk dokter mempunyai sertifikat ATLS, ATCLS, ACLS, GELS, memiliki surat ijin praktek (SIP), melakukan praktik kedokteran dengan rekomendasi Dinas Kesehatan setempat. Sedangkan untuk perawat/perawat bidan memiliki sertifikat BTLS, BTCLS, BCLS, Emergency Nursing atau PPGD, memiliki surat ijin perawat (SIP) dan surat ijin kerja perawat (SIKP) atau SIB, melakukan praktik keperawatan dengan rekomendasi Dinas Kesehatan setempat.

Persyaratan khusus untuk PPIH yaitu dokter gigi, dokter umum dan dokter spesialis (penyakit dalam, jantung pembuluh darah, paru, jiwa, syraf dan bedah). Untuk perawat yaitu pendidikan minimal D3, diutamakan perawat di IGD, ICCU dan ICU, IW, perawat geriatri dan bedah. Untuk Analis kesehatan minimal pendidikan D3, analis kesehatan bekerja di instalasi laboratorium. Radiografer, pendidikan minimal D3 penata rontgen atau radiodiagnostik dan radio terapi bekerja di instalasi radiologi rumah sakit. Ahli rekam medik, pendidikan minimal D3 rekam medik bekerja di unit rekam medik rumah sakit, mahir menggunakan komputer MS Word dan MS Excell. Teknisi elektromedik, pendidikan minimal D3 Teknik Elektromedik, bekerja di unit pelayanan elektromedik dan pengalaman kerja minimal 5 tahun. Nutrisionis dan Dietisian, pendidikan minimal D3 Gizi, bekerja sebagai ahli dietetik di rumah sakit. Tenaga farmasi, pendidikan minimal D3 farmasi diutamakan bekerja di instalasi farmasi dan/atau apotek, mahir mengoperasikan program MS Word dan Excell dan internet. Sanitasi dan surveilans, pendidikan minimal D3 kesehatan masyarakat, diutamakan bekerja di bidang sanitasi dan/atau epidemiologi, mahir mengoperasikan MS Word, Excell dan internet. Petugas Siskohat, pendidikan minimal D3, mahir mengoperasikan program MS Word, MS Excell dan menguasai operasional internet/wifi dan jaringan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id

Sumber: http://www.puskeshaji.depkes.go.id/

Senin, 31 Januari 2011

TUGAS REMEDIAL KELAS SOPPENG

Nilai T: Bikin materi presentasi 4 penyakit Neurologi
Nilai C: Bikin materi presentasi 1 penyakit Tropis dan 1 penyakit kulkel

Ketentuan:
  1. Diketik dalam format Power Point (ppt)
  2. Dilengkapi dengan gambar kasus
  3. Untuk tiap file minimal 30 slide
  4. Dikirim dalam Attachment e-mail (Lampiran)
  5. Kirim dengan menggunakan e-mail sendiri
  6. Batas akhir pengiriman tgl 5 Feb 2011 jam 24.00 wita

Kamis, 27 Januari 2011

NILAI FINAL SEMESTER GANJIL STIKES BARAMULI


Pemberitahuan:
  • Nilai T harus mengulang
  • Nilai C boleh melakukan perbaikan nilai
  • Perbaikan nilai maksimal sampai nilai B
  • Batas waktu perbaikan nilai tanggal 5 Februari 2011
  • Apabila tidak melakukan perbaikan nilai sampai batas waktu yang ditentukan maka nilai akhir adalah nilai C dan nilai E

Kamis, 06 Januari 2011

Ikan Goreng dan Resiko Stroke

Para ahli nutrisi selalu menyarankan tiga jenis makanan sehat yang wajib dikonsumsi yakni buah, sayur, dan ikan. Tapi, apakah ikan yang diolah dengan cara digoreng termasuk dalam makanan sehat?

Ternyata tidak. Paling tidak menurut sebuah penelitian yang melihat kaitan antara konsumsi ikan dan penyakit stroke. Survei yang dilakukan di wilayah yang disebut "sabuk stroke" di Amerika, yakni Carolina, Arkansas dan Lousiana, karena tingginya penderita stroke di daerah ini, menemukan mayoritas penduduk rutin makan ikan, tapi diolah dengan cara digoreng.

Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang memasok nutrisi ke otak terhambat akibat sumbatan di pembuluh darah. Akibatnya sel-sel saraf yang butuh oksigen menjadi mati. Semua faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya hipertensi dan kolesterol tinggi, juga bisa menyebabkan stroke.

Menurut penelitian, 32 persen penduduk di wilayah "sabuk stroke" mengonsumsi ikan goreng dua kali seminggu, bahkan lebih, dibanding penduduk di wilayah lainnya.

Dr.Fadi Nahab, direktur program stroke dari Emory University Hospital, menyebutkan menggoreng akan menyebabkan manfaat pencegahan stroke dari ikan ikut hilang.

Sebuah studi yang dilakukan di Spanyol menemukan, ketika digoreng kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 yang terdapat dalam ikan akan menghilang dan digantikan oleh lemak yang tidak sehat. Hal ini terutama pada ikan laut dalam, seperti ikan salmon. Pada ikan jenis lain, penurunan omega-3 yang terjadi memang tidak sebanyak ikan laut dalam.

"Mengonsumsi ikan saja tidak cukup. Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan," kata Nahab. Alih-alih digoreng, ia menyarankan agar ikan dikukus, dibakar, atau dibuat sup.

Sumber : KompasHealth

Sabtu, 18 Desember 2010

DEMO PERAWAT INDONESIA (Revisi)


Written by Ns. Erwin, S.Kep
Bertepatan dengan sidang paripurna MPR-DPR akhir tahun 2010 pada tanggal 14 Desember 2010, perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kembali turun kejalan melakukan aksi damai untuk mendesak Dewan agar tetap menjadikan RUU Keperawatan masuk dalam Prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) MPR-DPR tahun 2011 dan menagih janji anggota Dewan khususnya komisi IX untuk mengesahkan RUU Keperawatan menjadi Undang-Undang Keperawatan.

Dalam aksi kali ini PPNI didukung oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kesehatan, salah satu perwakilan dari Masyarakat Peduli Kesehatan dalam orasinya megatakan bahwa keperawatan adalah orang-orang yang selalu berada di front terdepan dalam pelayanan kesehatan sehingga tanpa adanya perawat pelayanan kesehatan tidak akan berjalan, dalam orasinya juga mengatakan bahwa ketika perawat melakukan fungsinya melayani masyarakat terutama perawat yang berada di daerah terpencil juga perawat yang ada di perkotaan ketika melakukan tindakan keperawatan apakah dilindungi oleh negara, apa payung hukumnya, apakah masyarakat terjamin haknya mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas, untuk mengatur dan menjaminnya diperlukan adanya Undang-undang yang mengaturnya yaitu Undang-Undang Keperawatan tiada yang lain, tegasnya.

Aksi damai yang diikuti oleh perawat dan mahasiswa keperawatan yang berasal dari berbagai daerah baik di DKI Jakarta maupun luar DKI berjumlah sekitar 3000 orang, juga didukung oleh elemen masyarakat yang ikut bergabung. membuat suasana sedikit memanas ketika mahasiswa melakukan orasi menuntut anggota dewan untuk keluar gedung menemui masa, dan mahasiswa melakukan tindakan menaiki pagar gedung MPR-DPR dan beberapa mahasiswa masuk kedalam pagar gedung sehingga terjadi penangkapan 2 orang mahasiswa dari FIK UI oleh petugas yang sedang berjaga didalam gedung, namun kedua mahasiswa itu dilepasakan kembali melalui pintu samping gedung. Dalam orasinya mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan menampilkan dua sosok perawat yang tangannya terbelenggu dan berusaha mendapatkan perlindungan hukum kepada penguasa namun dihalang-halangi, akhirnya perawat itu mampu melepaskan belenggu ditangannya dan berhasil meraih perlindungan yang diinginkan.

Ditengah cuaca yang sepertinya sangat mendukung, sedikit mendung dengan sedikit angin berhembus membuat aksi masa dapat bertahan hingga sore hari. Selama aksi berlangsung, beberapa perwakilan perawat masuk mengikuti sidang paripurna dan kembali keluar langsung menemui ketua Umum PPNI ibu Dewi Irawati, PhD dan ketua gerakan Bapak Harif Fadillah, SKp.,SH yang sekaligus sebagai Sekretaris Jendral PPNI untuk melaporkan hasil sidang paripurna yang berkaitan dengan RUU Keperawatan, selang beberapa waktu salah satu perwakilan perawat yang hadir dalam sidang paripurna naik keatas panggung orasi (bapak Acep dari PPNI Jawa Tengah), beliau menyampaikan bahwa RUU Keperawatan berhasil masuk dalam Daftar PROGRAM LEGISLASI NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG PRIORITAS TAHUN 2011 dengan NOMOR URUT 19 (sembilan belas), dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan kekecewaan terhadap fraksi partai Demokrat yang menurut pendapat beliau fraksi tersebut tidak mendukung adanya UU Keperawatan.

Setelah masa tahu bahwa RUU Keperawatan tetap masuk dalam Daftar Prolegnas UU Prioritas tahun 2011, masa berangsur-angsur membubarkan diri dengan komando koordinator lapangan dari daerah masing-masing, Clossig Statament masa perawat mengatakan akan terus melakukan pengkawalan terhadap apa yang sudah diputuskan dalam sidang Paripurna, karena mereka (perawat) tidak ingin dikhianati dengan janji-janji belaka. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Umum PPNI Ibu Dewi Irawati, PhD yang disambut dengan teriakan semangat dari masa perawat yang hadir.(ners 2010)
Sumber:
http://www.ners-indonesia.com/

Rabu, 15 Desember 2010

Materi Debat Kelas A dan B semester V STIKES Baramuli

Materi untuk acara debat kelas A dan B STIKES Baramuli adalah:

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN OSTEOPOROSIS

Materi diketik dalam Format Power Point (ppt) dan dibuat dalam bentuk jilid makalah,
Presentasi akan dilaksanakan pada minggu ke IV Desember 2010.

Setiap kelas membentuk Tim yang terdiri dari 5 orang dan merupakan Badan Pekerja dan Perumus makalah yang akan di presentasikan



Selamat Berjuang..!

Brigade Siaga Bencana (BSB) Kab. Pinrang

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara geografis terletak pada daerah rawan bencana berupa: gempa bumi, letusan gunung berapi, gelombang tsunami, banjir dan lain-lain, disamping bencana alam tersebut juga, akibat dari hasil pembangunan Indonesia juga rawan terhadap bencana buatan manusia seperti kecelekaan lalu lintas(pesawat terbang, kapal laut, kereta api, mobil) kecelakaan di pabrik, kejadian luar biasa penyakit (KLB Penyakit).
Sesuai kejadian tersebut kita telah banyak pengalaman mengadapi berbagai bencana sekaligus mempunyai banyak pengalaman dalam penanggulangan masalah kesehatan pada bencana dan pengungsi seperti bencana tsunami Aceh, tenggelamnya Kapal Tampomas di Kepulauan Masalembo, letusan gunung Krakatau di daerah Sumatra, gempa bumi Sumatra, korban kerusuhan di Sampit, Ambon, dan Poso, terakhir kita menyaksikan begitu banyak korban yang berjatuhan akibat bencana gelombang Tsunami di Mentawai, banjir di wasior Papua dan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah .
Di Kabupaten Pinrang yang secara geografi memiliki daerah yang terletak di pinggir pantai, pegunungan dan lembah yang tersebar di 12 Kecamatan, yang tentunya juga memiliki potensi yang cukup besar terhadap kejadian bencana alam. Kita telah mengalami berbagai kejadian baik bencana alam,maupun bencana akibat konflik dalam masyarakat, diantaranya: Gempa bumi tahun 1997, putusnya jembatan gantung didaerah Lembang Mesakada, banjir tahunan yang terjadi didaerah Lasape, banjir didaerah Babana dll

Jumlah Pengunjung :